Ruang ini secara bertahap membahas permasalahan kesehatan pada remaja perempuan dan laki laki.

Dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan yang lebih harmonis antara orang tua dan remaja melalui diskusi dan melakukan kegiatan secara bersama karena memiliki pengetahuan dan pemahaman yang sama. Oleh karenanya orang tua dan remaja membaca dan mempelajari artikel, flyer, dan video atau bentuk informasi lainnya di ruang Belajar Kesga, “Remaja Sehat, Orang Tua Sahabatku

Kenali Remaja, Yuk!

Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun.

Butuh Dukungan     

Anak

Masa Transisi Biologis, Sosial, Psikologis, Intelektual

REMAJA

        Sikap dan Prilaku Positif

Dewasa

Area limbik berkembang lebih dulu mulai awal masa remaja, sementara area pre-frontal korteks akan matang di usia 24-25 tahun. Maka, remaja didominiasi oleh sikap emosional, impulsifitas dan keinginan mencoba hal baru tanpa memikirkan akibatnya termasuk pada perilaku yang berisiko .

Namun perlu diingat bahwa kemampuan mencoba hal baru dan impulsivitas diperlukan remaja untuk mengembangkan diri dan mencari identitas dirinya melalui PKHS

Tidak hanya orang tua yang perlu memahami remaja, remaja juga harus menyadari kondisi orang tua secara utuh agar hubungan semakin harmonis, terpenuhi kebutuhan gizinya, terhindar dari masalah kesehatan remaja menuju remaja berkualitas dan berdaya saing.

Menjadi dewasa yang berproduktif tentunya harapan kita semua.

Terdapat 8 masalah gizi & kesehatan
pada remaja yang tidak saja mempengaruhi kondisi remaja saat ini tapi juga saat dewasa nanti, dan ditambahkan dengan mencegah dari penularaan TBC